PANDEGLANG-MediaPolisi.Com Akses yang baik tentunya akan menjadi harapan bagi semua orang, terutama bagi warga masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan.
Namun saat ini berdasarkan informasi yang beredar dengan adanya rencana pembangunan pekerjaan pemadatan atau pengurugan ruas jalan lingkungan di Kampung Kikasam Pasir Kandang, Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang-Banten di duga belum di realisasikan, padahal pengerjaan ini seharusnya sudah rampung beberapa bulan lalu.
Menurut salah satu warga sebut saja Aning kepada awak media mengatakan bahwa pemadatan atau pengurugan ruas jalan lingkungan tersebut belum di realisasikan, pihak pemerintah Desa Turus tidak ada kejelasan, di lokasi terpampang papan informasi serta adanya beberapa tumpukan batu scrop yang jumlahnya sekitar ada mungkin tiga (3) mobil Dumptruk, itu juga tumpukan batu tersebut adalah pemberian dari salasatu PT, subkon di proyek tol Serang-Panimbang yang memang kegiatannya terkadang melalui akses jalan tersebut, kalo dari pihak pemerintah Desa Turus belum sama sekali adanya penurunan batu untuk pengurugan,” kata Aning.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masih kata Aning, pengurugan untuk pemadatan jalan tersebut memang belum dilakukan sekitar sudah beberapa bulan, yang mana berdasarkan papan informasi yang terpampang di lokasi adalah, jenis kegiatannya yaitu pengurugan jalan dengan volume panjang 140 meter serta lebar 3 meter yang di anggarkan dari Dana Desa (DD) tahap satu (1) tahun anggaran 2026, Senilai: Empat Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Delapan Ratus Rupiah (Rp. 48.794.800), namun sayangnya di papan informasi tersebut tidak ada keterangan waktu pelaksanaan dan waktu penyelesaiannya,” ujar Aning.
Warga lainnya juga mengeluhkan, sebut saja Ade, mestinya dari pihak desa yang bertanggung jawab sudah melaksanakan pengerjaan dari jauh-jauh hari, kemudian saat ini mungkin sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak, akan tetapi sebaliknya, yang ada tumpukan batu tersebut yang jumlahnya di duga kurang lebih sekitaran hanya tiga dumptruk malah mengganggu kendaraan yang melintas di akses jalan tersebut,” jelas Ade, (02/07)/26).
“Semua warga juga mengeluhkan terutama yang sering beraktifitas di jalan itu, pihak pemerintah Desa Turus dalam hal ini PJ Kepala Desa Turus harus ada tanggung jawabnya untuk melaksanakan pekerjaan yang jelas sudah ada anggarannya itu, karena tentunya anggaran tersebut dari pemerintah pusat yang niatnya baik untuk mensejahterakan masyarakat seperti lingkungan kita ini yang keadaan jalannya masih tidak baik-baik saja,” katanya.
Warga Desa Turus berharap Kades/PJ Kades jangan sampai berlarut-larut membiarkan tumpukan batu tersebut, khawatir sedikit demi sedikit batu-batu itu berantakan kepesawahan warga, akibatnya bisa merugikan para pemilik sawah, dan agar tidak dapat membahayakan terhadap para pengguna jalan
Terakhir Ade juga meminta agar pihak inspektorat kabupaten Pandeglang supaya bisa datang ke Desa Turus untuk lakukan audit total bagi Desa tersebut, demi kebaikan bersama,” harapnya.
Di sisi lain Camat Patia (Endan Permana) selaku pembina wilayah di ruang kerjanya memaparkan bahwa pihaknya sudah memanggil PJ Kepala Desa Turus lewat telpon seluler istri PJ Kepala Desa Turus, di karenakan nomor yang bersangkutan jarang actif dan sangat susah untuk di hubungi, melalui istrinya bisa dapat tersambung dengan yang bersangkutan, kemudian ia memenuhi panggilan datang ke kantor Kecamatan Patia, bermaksud untuk di mintai keterangan keterkaitan dengan belum di realisasinya proyek tersebut, dan ia jawabannya akan mengerjakan dalam waktu dekat ini, setidaknya paling dalam waktu dua minggu, karena sebelumnya yang bersangkutan sakit, yang padahal kata Camat, seharusnya pekerjaan tersebut di laksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Turus,”paparnya.
“Berdasarkan hal itu awak media mencoba konfirmasi melalui chat whatsapp PJ Kepala Desa Turus (Hidayat) keterkaitan dengan pekerjaan tersebut untuk klarifikasi, yang kenapa sampai saat ini belum di lakukan pengerjaan untuk proyek pengurugan jalan tersebut.
Sesampainya berita ini ditulis dan di publikasikan, PJ Kepala Desa Turus (HIDAYAT) seakan bungkam, dan belum memberikan tanggapan apapun, sebagai hak jawab atau klarifikasinya.( SBD/Tim )















