3 Pondok Sukarni di bakar, PT. NPR Bayar Taliasih Ke 2 Oknum Kades Di Barito Utara

- Penulis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Kehadiran salah satu investasi tambang batubara PT Nusa Persada Resources yang beroperasi di wilayah Desa Karendan dan Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah seakan terus-menerus menuay musibah bagi masyarakat Dayak yang memang tidak dipungkiri   sejak turun temurun nenek moyang orang dayak hidup bermukim dan berusaha menyandarkan kehidupan hari-hari didalam kawasan hutan.

 

Dalam laporanya ke Kejaksaan Negri Barito Utara Sukarni juga menyertakan kejadian sejak awal sebelum uang Taliasih di salurkan PT. NPR Ke 2 oknum Kepala Desa Karendan inisial R dan Oknum Kepala Desa Muara Pari Inisial MA 3 Pondoknya telah di bakar dan walaupun sudah dilaporkan ke Kapolsek Kecamatan Lahei, tapi hingga hari ini belum diketahui pelakunya, saya jadi menduga jangan-jangan ini ada kaitan terhadap oknum penerima taliasih dari PT. NPR yang mengelapkan hak kelola warisan kelompok saya kerna juga ada bukti data Lis dari PT. NPR lahan kelola kami Operlep dengan lahan milik An. Ricy Kades Karendan, yang padahal saat pripikasi di Tim Kecamatan tidak ada operlep dengan siapapun sesuai peta Impormasi  yang di umum pada saat itu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada peta yang di ajukan masing-masing pengelola lahan di tingkat kecamatan tidak ada operlep dengan siapapun tapi setelah adanya temuan dugaan suap 2.75 M. Dari PT. NPR ternyata lahan kelola kami Operlep dengan lahan milik An. Ricy. Hingga uang yang sudah tertuang di Lis PT. NPR 3.8 Hektar itupun tidak diberikan kepada kami, Tutur Sukarni sambil memperlihatkan dara Lis dari PT. NPR

 

Kepada media ini 14/7/2025, Saat diwawancarai Sukarni juga menyampaikan “Hak warisan yang turun-temurun mereka jaga dan pelihara yaitu berawal dari keturunan Alm. Nonoh pada sekitar THN 1898 – 1975 lalu diteruskan oleh anaknya yang bernama Jerman dan dilanjutkan oleh anak Jerman yaitu Seperiuni (Cot), Yang pada lahan berisi Kabun adat seperti pohon Paken, Asam, Karantungen, Siwaw dll kerna itu adalah wilayah bekas pemukiman nenek moyang kami pada jaman kayau bahkan kuburan Datu Malis pun masih ada disana. Tutur sukarni

 

Situasi saat ini lahan warisan kami sudah digarap PT. NPR dengan alasan dalam wilayah Desa Muara Pari sehingga uangnya dibayar ke Oknum Kades Muara Pari, Namun keterangan pada Lis dari PT. NPR Bahwa lahan kami Operlep dengan milik An. Ricy Yang padahal selama puluhan tahun rata-rata warga yang ikut mengelola disana juga mengetahui tidak ada lahan kelola Ricy kecuali yang ada blukarnya di pinggir Sei Putih bahkan tidak ada kelompok Tani atau kepemilikan orang lain kenapa bisa dibayar ke Oknum kades Muara Pari, oleh kerna itu saya berharap semoga dari duakali laporan kami ke pihak berwenang dapat mengungkap kasus siapa sebetulnya pelaku pembakar pondok dan penggelapan harga taliasih lahan kami Tutup Sukarni(Tim Red)

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Teror Mistis di Pulo Kalapa! Rumah Calon Kades No. 02 Diteror Telur Soang Busuk Berisi Rambut dan Tanah Kuburan
Usia 100 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Minas Timur Tumbuh Baik, Polsek Minas Lakukan Pengecekan
Dugaan Pencurian Kabel Telkom di Nganjuk Jadi Teka – Teki Polisi Diminta Periksa Legalitas
Polsek Minas Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Usia 70 Hari di Minas Barat, Daun Capai 1,2 Meter
Polsek Minas Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Usia 70 Hari di Minas Barat
KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
MUNAS APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
LBH KORAK ; Usut Tuntas Bumdesma di Desa Gadingwatu yang Habiskan Anggaran Milyaran Sekarang Terbengkalai dan Lari dari Tanggung Jawab
Berita ini 37 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Geger Teror Mistis di Pulo Kalapa! Rumah Calon Kades No. 02 Diteror Telur Soang Busuk Berisi Rambut dan Tanah Kuburan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Usia 100 Hari, Tanaman Jagung Pipil di Minas Timur Tumbuh Baik, Polsek Minas Lakukan Pengecekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Pencurian Kabel Telkom di Nganjuk Jadi Teka – Teki Polisi Diminta Periksa Legalitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Polsek Minas Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Usia 70 Hari di Minas Barat, Daun Capai 1,2 Meter

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Polsek Minas Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil Usia 70 Hari di Minas Barat

Berita Terbaru