Tausiah Penuh Hikmah, Ust. Masran S. Abadjia Soroti Ketaatan dan Keharmonisan Sosial

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

*Nambo-Mediapolosi.com* – Tausiah yang disampaikan oleh Masran S. Abadjia dalam rangkaian ta’ziah dan peringatan 10 hari wafatnya almarhum Aliq Alfikri sarat dengan pesan moral tentang pentingnya memperkokoh ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Imam Kelurahan Nambo Bosaa, Makmur Lampeaja, yang berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jamaah.

Di hadapan ratusan jamaah, Ust. Masran mengawali tausiah dengan menekankan pentingnya adab dalam setiap aktivitas keagamaan. Ia mengapresiasi pemandu acara yang telah mengingatkan jamaah untuk tetap menjaga etika, khususnya saat pembacaan doa dan ayat suci Al-Qur’an.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sikap tenang, tertib, dan khusyuk saat mendengarkan Al-Qur’an merupakan bagian dari ketaatan yang seringkali diabaikan.

“Adab adalah cerminan keimanan. Ketika Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkan dengan hati yang tenang dan penuh penghormatan,” ujarnya.

Selain aspek ibadah, Ust. Masran juga menyoroti pentingnya membangun keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat. Ia mengingatkan agar perbedaan latar belakang, termasuk persoalan keluarga seperti ayah kandung maupun ayah tiri, tidak menjadi sumber konflik yang merusak hubungan.

Dalam tausiahnya, ia mengutip firman Allah SWT tentang peran umat sebagai khairu ummah, yakni umat terbaik yang menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah.

Ia juga menegaskan bahwa menyampaikan kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim, meskipun terasa pahit.

“Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit,” tegasnya di hadapan jamaah.

Terkait wafatnya almarhum Aliq Alfikri, Ust. Masran menjelaskan bahwa anak yang belum mencapai usia balig berada dalam keadaan suci. Ia menyebut, kepergian anak dalam kondisi tersebut dapat menjadi jalan bagi orang tua untuk memperoleh rahmat Allah SWT di akhirat.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak dzikir, seperti tasbih, tahmid, dan tahlil, terutama dalam shalat. Amalan tersebut, katanya, memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa, bahkan sebanyak buih di lautan.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, ia juga mengingatkan pentingnya keharmonisan antara pemimpin negara dan pemimpin agama. Menurutnya, perselisihan di antara keduanya dapat berdampak luas terhadap ketenteraman masyarakat.

“Jika ingin negeri dijauhkan dari murka Allah, maka pemimpin negara dan pemimpin agama harus berjalan seiring, bukan saling bertentangan,” ungkapnya.

Menutup tausiahnya, Ust. Masran mengajak seluruh jamaah untuk segera berbenah diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak istigfar dan doa. Ia menegaskan bahwa perubahan hidup berawal dari kesadaran diri untuk taat kepada Allah SWT.

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang mengubahnya,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga duka, Muhrin Abatin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, mulai dari proses pengobatan almarhum di rumah sakit hingga pelaksanaan pemakaman dan kegiatan ta’ziah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan kepada para tamu masih terdapat kekurangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Banggai, Wardani Murad, Lurah Nambo, Nurlaela Pantaiyo, kepala sekolah dan jajaran guru PAUD/TK Mutiara Nambo Bosaa I, Kepala Sekolah SD Inpres 3 Nambo, serta Kepala Sekolah SD Inpres Koyoan, Joswi Dilama, tokoh agama, tokoh masyarakat, sejumlah awak media yang tergabung dalam struktur pengurus dan anggota DPD PJS Banggai serta ratusan undangan lainnya yang mengikuti acara dengan penuh khidmat.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi saling berjabat tangan antara para undangan dan keluarga yang berduka sebagai bentuk ungkapan doa, empati, dan dukungan moral. (tim)

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fasilitas Sekolah Dinilai Kurang Terawat, Dinas Pendidikan Pandeglang Didorong Periksa Dana BOSP SDN Turus 1
Dugaan Korupsi oleh Oknum Pejabat Dinas Pendidikan di Mojokerto Progam Revitalisasi SD Jadi Sorotan Publik
Program PKW Kemendikdasmen Buka Peluang Kemandirian Peserta Didik Kursus
Berita Duka Cita Mendalam : SMAN 2 Luwuk Berduka atas Kepergian Siswa Kelas XIIA. Rifal G.L
Kepala Madrasah Banggai, Beri Penghargaan Bagi Siswa Berprestasi Pada Pelaksanaan MATAMUDA
Matamuda MTS Negeri 1 Banggai, Polantas Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas ke Pelajar
Sat Reskrim Polres Banggai Masuk SMAN 2 Luwuk: Bangun Literasi Hukum Pelajar Lewat MPLS
PMR WIRA MERAPI “MErajut RAsa Peduli Insani ” SMAN 2 Luwuk Raih Juara 2 Umum pada Lomba Travelling PMR-PMI se-Kota Luwuk Tahun 2026.
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Fasilitas Sekolah Dinilai Kurang Terawat, Dinas Pendidikan Pandeglang Didorong Periksa Dana BOSP SDN Turus 1

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Dugaan Korupsi oleh Oknum Pejabat Dinas Pendidikan di Mojokerto Progam Revitalisasi SD Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:11 WIB

Program PKW Kemendikdasmen Buka Peluang Kemandirian Peserta Didik Kursus

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:09 WIB

Berita Duka Cita Mendalam : SMAN 2 Luwuk Berduka atas Kepergian Siswa Kelas XIIA. Rifal G.L

Selasa, 14 Juli 2026 - 02:04 WIB

Kepala Madrasah Banggai, Beri Penghargaan Bagi Siswa Berprestasi Pada Pelaksanaan MATAMUDA

Berita Terbaru