PANDEGLANG//Mediapolisi.Com Seiring dengan gencarnya pembagian bansos di tahun 2025 ini tentunya pasti menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat yang mendapatkan bantuan dengan masyarakat yang tidak mendapat bantuan sosial tersebut.
Dengan beredarnya informasi yang belum tentu kebenarannya itu terjadi pada Desa Babakan Keusik dan Desa Ciawi Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Berdasarkan hal tersebut, Kasi kesra Desa Babakan Keusik dan Desa Ciawi menjelaskan bahwa informasi yang beredar saat ini tentang adanya pemotongan terhadap para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu menurutnya kurang pas, karena ia tidak merasa melakukan dengan apa yang di tuduhkan terhadapnya, dan ia juga menganggap bahwa itu suatu hal yang wajar karena sudah pasti banyak warga yang belum mendapatkan bantuan sosial tersebut yang mengira bahwa pihak Desa pilih kasih, yang padahal kami pihak Desa hanya menjalankan amanah dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian sosial untuk menyalurkan kepada nama-nama warga masyarakat yang sudah terdaftar dalam barcode, dan kami hanya tinggal membagikan,” jelasnya. (27/11/25).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekali lagi kami tegaskan bahwa informasi yang beredar soal pemotongan 10% terhadap para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu adalah fitnah, jika memang benar adanya tolong di buktikan secara pasti terhadap kami para kesra, seperti misalkan dalam bentuk video pada saat kami memotong bansos tersebut kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ujarnya.
Dan ia juga meminta janganlah membuat informasi atau isu-isu secara sepihak yang belum tentu pasti kebenarannya,” pungkasnya.
Selain itu sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baik dari Desa Babakan Keusik maupun dari Desa Ciawi mengatakan bahwa, dirinya benar dan merasa telah memberikan sedikit rizkinya itu terhadap kasi kesejahteraan rakyat (Kesra) di Kantor Desa, akan tetapi itu tidak termasuk dalam kategori pemotongan, yang hanya dirinya memberikan sebatas untuk uang rokok atau untuk beli akua saja, kalo bahasa pemotongan itu tidak benar,” ucap KPM.
Selanjutnya ia juga mengungkapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat “Kementerian Sosial” melalui pihak-pihak terkait, sehingga akhirnya bantuan sosial tersebut sampai ke dirinya selaku Keluarga Penerima Manfaat dan semoga dengan apa yang telah di berikan oleh pemerintah untuk kami, menjadi barrakah dan tentunya dapat meminimalisir atau membantu kebutuhan sehari-hari bagi kami,” pungkasnya.( Hr/Da )















