KARAWANG – Mediapolisi.com-Kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan aman terus digencarkan Komisi IX DPR-RI bersama BPOM. Melalui sosialisasi KIE , Drg. Putih Sari kembali mengingatkan pentingnya memastikan keamanan produk sebelum dikonsumsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Drg. Putih Sari, dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII (Bekasi, Karawang, Purwakarta) menggandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menggelar kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait obat dan makanan. Kegiatan ini berlangsung di Futsal CS, Dusun Tegalamaba, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, pada Selasa (25/11/2025).
Acara di hadiri Drg Putih Sari, Nurfika Direktur Badan Pengawasan Obat dan Makan ( Badan POM ) pusat Jakarta, Ari Novianti NB, S.P (Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BPOM.), Kanit Intel Polsek Cibuaya Aipda Rosi, Marpudin MP Kecamatan Cibuaya, Kepala Desa Kedung Jaya Tarjan , Kepala Desa Sukasari H.Nurdiansyah Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat sekitar.
Sosialisasi tersebut mengangkat tema “Wujudkan Masyarakat Sadar Memilih Obat dan Makanan yang Aman dan Bermutu”, dengan menghadirkan tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan kader kesehatan. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk obat dan makanan yang terjamin keamanan dan mutunya, serta mendorong penggunaan aplikasi resmi BPOM untuk pengecekan produk konsumsi.
Kepala Desa Kedungjaya, Tarjan, dalam sambutan nya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Drg.Putih Sari, Direktur BPOM Pusat dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan KIE ini
“Sosialisasi seperti ini sangat penting bagi masyarakat kami. Warga harus lebih sadar dalam memilih obat dan makanan yang aman, apalagi banyak produk yang beredar tanpa izin. Kami berharap kegiatan ini terus dilakukan agar masyarakat semakin paham dan terlindungi,” ujar Tarjan
“Kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman harus terus kita tingkatkan. Di tengah beredarnya begitu banyak produk, masyarakat harus mampu mengenali mana yang terdaftar dan mana yang tidak. Inilah pentingnya edukasi seperti ini,” ujar Putih Sari.
Drg.Putih Sari menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan kemasan produk masih dalam kondisi baik, tidak rusak, sobek, atau bocor, karena kerusakan sekecil apa pun bisa memengaruhi kualitas isi produk. Selanjutnya, konsumen diminta membaca label secara seksama, termasuk informasi komposisi, aturan pakai, peringatan, dan produsen.
Ia menambahkan, “Perlindungan terhadap konsumen adalah prioritas. Pemerintah melalui BPOM dan Komisi IX berkomitmen memastikan masyarakat mendapatkan produk yang benar-benar aman, bermutu, dan bermanfaat bagi kesehatan.”
Melalui gerakan Cek KLIK ini, BPOM berharap masyarakat semakin peduli dan teredukasi dalam memilih produk yang aman, bermutu, dan layak konsumsi. Edukasi berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan peredaran produk ilegal, tidak terdaftar, maupun kedaluwarsa di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengecek izin edar, kemasan, label, dan kedaluwarsa sebelum membeli produk. Gunakan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan produk tersebut terdaftar secara resmi,” jelasnya.
Nurfika Direktur BPOM dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan.
“Kolaborasi BPOM dengan DPR RI seperti hari ini sangat penting untuk memperluas pemahaman masyarakat. Pencegahan peredaran obat dan makanan ilegal tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama.”beber direktur BPOM
(Red)>















