Karawang |Mediapolisi.com-Musyawarah terkait penataan peradaban Makam (Maqom) Syeh Quro digelar di kantor Dinas Pendidikan (Disdik), sebagai langkah strategis dalam menjaga nilai sejarah, budaya, dan legalitas kelembagaan,(04/05/2027).
Kegiatan ini mempertemukan Laskar Agung Syeh Quro dengan pihak Dinas Pendidikan dalam semangat sinergi pelestarian kebudayaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Laskar Agung Syeh Quro, Entis Sutisna, didampingi Wakil Ketua Gunawan, serta Dewan Penasehat Raden Evri. Musyawarah berlangsung dengan pembahasan utama terkait penataan kawasan Maqom Syeh Quro serta penguatan legalitas organisasi dalam konteks kebudayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Entis Sutisna menegaskan bahwa penataan Maqom Syeh Quro bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut nilai peradaban, sejarah, dan marwah budaya yang harus dijaga secara berkesinambungan.
“Keberadaan Maqom Syeh Quro adalah bagian dari warisan leluhur yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Maka penataan harus dilakukan dengan dasar yang jelas, termasuk aspek legalitas organisasi,” ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut juga ditegaskan bahwa keluarga besar Laskar Agung Syeh Quro menjadi tuan rumah yang berpusat di Desa Pulokalapa, sekaligus sebagai penjaga marwah kebudayaan. Peran tersebut menjadi penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain itu, dibahas pula keberadaan Maqom Syeh Quro yang berada di wilayah Pulobata, yang diketahui pertama kali ditemukan oleh Raden Soemardja, sosok yang dikenal sebagai Ayah Jiin dan penemu Maqom Syeh Quro.
Keberadaan Maqom Raden Soemardja sendiri dinilai sebagai cikal bakal dan simbol marwah keturunan kabuyutan masyarakat Pulokalapa.
Dewan Penasehat Raden Evri menyampaikan bahwa nilai historis dan garis keturunan kabuyutan harus tetap dijaga sebagai identitas masyarakat setempat.
“Ini bukan sekadar situs, tetapi bagian dari jati diri masyarakat Pulokalapa sebagai keturunan yang memiliki akar sejarah kuat,” ungkapnya.
Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) menyambut baik sinergi ini dan menilai bahwa pelestarian Maqom Syeh Quro dapat menjadi bagian dari edukasi budaya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Musyawarah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penataan yang lebih terarah, baik dari sisi fisik kawasan, penguatan kelembagaan Laskar Agung Syeh Quro, maupun pelestarian nilai budaya yang menjadi warisan leluhur.
Penulis : Indra Prayoga utama
Editor : Indra Prayoga utama
Sumber Berita: Hendrik















