
BARITO UTARA – Sekitar 300 warga dengan 30 unit mobil dan ratusan sepeda motor tertahan di Pos Lampanang PT Barinto Eka Tama (PT BEK), Desa Benangen, Kecamatan Teweh Timur, Selasa (3/6/2026). Portal tambang ditutup sejak pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB, membuat warga tidak bisa melintas.
PT Barinto Eka Tama merupakan investasi tambang batubara terbesar di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Perusahaan ini telah belasan tahun beroperasi hingga wilayah Lampanang dan membangun pos penjagaan untuk menertibkan kendaraan yang melintas di jalur tambang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena tidak ada akses jalan penghubung terdekat antarkabupaten, warga terpaksa melintas melalui jalur tambang tersebut.
Puluhan awak media yang kebetulan berada di lokasi turut menyaksikan kejadian ini.
Pak Rahmat, kepala rombongan dari Desa Bakanon, Murung Raya, mengatakan rombongannya 30 orang hendak ke Kayu Mas untuk menghadiri acara pernikahan keluarga. “Kami tiba di sini sekitar jam 3 sore, minta izin melintas. Dijanjikan jam 4 boleh lewat, tetapi ini sudah jam 8 malam kami belum diperbolehkan,” ujar Rahmat.
“Kami tidak membawa bekal karena rencana makan di perjalanan. Sungguh tidak menyangka perjalanan terhambat,” tambahnya.
Selain itu, ada 30 warga Murung Raya lain yang hendak ke Kampung Tring, Kaltim untuk acara adat perkawinan keluarga. Hampir 200 orang lainnya adalah warga Muara Teweh dan sekitarnya yang mengalami nasib serupa.
Yang memprihatinkan, seorang ibu yang membawa anak kecil mengaku anaknya dalam kondisi sakit mata dan belum makan sejak sore. *“Anak saya sakit mata, Pak, dan belum makan,”* ujarnya.
Saat warga meminta izin, seorang satpam perempuan yang didampingi anggota kepolisian di pos penjagaan menyampaikan, *“Kami belum bisa memperbolehkan warga melintas kecuali sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan kami. Situasi terkini karena sedang ada perbaikan jembatan.”* Hal itu dibenarkan satpam lain yang berjaga di pintu portal.
Melihat situasi mulai tidak kondusif, Sukarni, tokoh Kaharingan dari Barito Utara, turun tangan meminta gerbang portal segera dibuka.
*“Pertama saya kasihan dengan warga yang sudah lama tertahan hingga lapar. Takutnya mereka hilang kesabaran. Jadi mohon izin biarkan mereka melintas dulu, Pak,”* pinta Sukarni.
Portal akhirnya dibuka sekitar pukul 20.00 WIB setelah didesak warga dan tokoh masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Barinto Eka Tama belum memberikan keterangan resmi.(Yurin)












