Mediapolisi.com
BITUNG | Kegiatan Temu Harmoni Christmas Fest 2025 yang berlangsung di lantai tiga Gedung BCC menjadi salah satu program strategis Perumda Bitung dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan kebersamaan di Kota Bitung. Acara ini mempertemukan pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat sebagai wujud komitmen menjaga kota tetap rukun, aman, dan kondusif.
Plt. Direktur Utama Perumda Bitung, Ramblan Mangkialo, menegaskan bahwa Temu Harmoni merupakan wadah penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menumbuhkan semangat positif di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum yang menyatukan seluruh elemen kota dalam suasana penuh keharmonisan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini momentum kebersamaan yang mempertemukan semua elemen lintas agama. Dampaknya sangat baik bagi masyarakat Kota Bitung,” ujarnya.

Tokoh agama, KH. Haji Hairudin Bandu, S.Sos, turut memberikan apresiasi. Ia mengatakan kegiatan seperti ini sangat dinantikan karena sejak lama Kota Bitung dikenal memiliki tradisi toleransi yang kuat. Menurutnya, tokoh agama dan pemerintah harus terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan kerukunan.
“Para tokoh agama harus tetap bergandeng tangan dengan pemerintah, supaya Bitung tetap aman dan menjadi kota yang toleran,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik. Ia mengingatkan bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat, bukan pihak yang harus dilayani.
“Kita diberi amanah untuk mengelola dan menata Kota Bitung. Semua yang ada di sini bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.

Hengky juga menyebut Bitung sebagai “Indonesia mini” karena keberagaman etnis dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Ia menilai momentum Natal menjadi pengingat penting untuk terus menjaga keseimbangan, kedamaian, dan toleransi. Selain itu, ia menekankan peran Perumda Pasar dalam memastikan kenyamanan pedagang serta mengajak ASN untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan berbelanja di pasar tradisional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perekonomian Sulawesi Utara saat ini berada pada posisi terbaik di tingkat provinsi. Sementara pada skala regional Pulau Sulawesi, Kota Bitung tercatat berada di peringkat kedelapan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas kota agar iklim investasi terus tumbuh dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Kegiatan Temu Harmoni di Gedung BCC ini menjadi bukti nyata bahwa kerukunan, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi merupakan fondasi utama dalam membangun Kota Bitung yang damai, inklusif, dan sejahtera. Program ini diharapkan berkelanjutan dan semakin memperkuat jalinan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. (SM)












