Kelangkaan Obat di RSUD Berkah Pandeglang Disorot, GOW-B Desak Evaluasi Total Manajemen Rumah Sakit

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

PANDEGLANG-Mediapolisi.Com Kelangkaan obat dan dugaan buruknya pelayanan di RSUD Berkah Pandeglang kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini mencuat setelah Gabungan Organisasi Wartawan Banten (GOW-B) menggelar konferensi pers sekaligus audiensi dengan pihak rumah sakit pada Selasa (10/03/2026) di ruang Humas RSUD Berkah.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yanmed) dr. Sulaiman, didampingi Kasi Program Usri serta Humas RSUD Berkah, Ipan. Dalam kesempatan itu, para wartawan menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Koordinator GOW-B yang juga Ketua DPC GWI Pandeglang, Raeynol Kurniawan, menilai kondisi RSUD Berkah saat ini tengah menghadapi sorotan serius dari berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut adanya indikasi krisis manajemen, kelangkaan obat, hingga dugaan masalah pengelolaan anggaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak laporan yang kami terima dari masyarakat, khususnya pasien BPJS Kesehatan, yang harus membeli obat sendiri di luar rumah sakit karena obat generik tidak tersedia,” ujar Raeynol.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Berkah. Bahkan, rumah sakit yang seharusnya menjadi fasilitas kesehatan utama di Kabupaten Pandeglang itu kini menjadi bahan perbincangan publik karena dinilai belum memberikan pelayanan maksimal.

Dugaan Krisis Anggaran Selain kelangkaan obat, GOW-B juga menyoroti dugaan defisit anggaran yang dialami RSUD Berkah. Bahkan, sejumlah pihak disebut tengah menyiapkan laporan pengaduan masyarakat (Lapdu) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di rumah sakit tersebut.

“Jika memang ada masalah keuangan atau pengelolaan anggaran, harus dibuka secara transparan. Kami mendorong agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tegas Raeynol.

Ia juga menilai lemahnya manajemen pelayanan medis berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah tersebut.

Direktur Disebut Sulit Dihubungi Dalam konferensi pers itu, Raeynol juga menyinggung sikap Direktur RSUD Berkah, dr. Firman, yang disebut sulit dihubungi oleh sejumlah organisasi wartawan dan elemen masyarakat yang ingin meminta klarifikasi.

Menurutnya, sikap tertutup dari pimpinan rumah sakit justru menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kabid Yanmed RSUD Berkah, dr. Sulaiman, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan maupun ketersediaan obat.

“Kami berterima kasih atas masukan yang disampaikan oleh Gabungan Organisasi Wartawan Banten. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami, khususnya terkait pelayanan dan ketersediaan obat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pasien yang sempat membeli obat di luar rumah sakit dapat mengajukan klaim penggantian kepada pihak RSUD.

“Silakan disampaikan kepada kami jika ada pembelian obat di luar. Insyaallah akan kami proses dan dibayarkan. Ke depan kami berupaya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelasnya.

Desakan Pembenahan Munculnya berbagai persoalan tersebut membuat sejumlah elemen masyarakat mendesak agar RSUD Berkah Pandeglang melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen, pelayanan medis, hingga transparansi anggaran.

Pasalnya, rumah sakit daerah tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan maksimal bagi masyarakat Pandeglang, terutama bagi pasien yang bergantung pada layanan BPJS Kesehatan.

( Amad/ Red)

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Jiput 03 Paniis Konsisten Sajikan Menu Bergizi Berkualitas, Wujud Nyata Dukungan terhadap Program MBG
SPPG Jiput 02 Bersama Yayasan Insan Fastabiqul Khairat Sosialisasikan Aplikasi Uji Organoleptik untuk Pengawasan Menu MBG
GWN Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pembuangan Limbah B3 di Irigasi Telukbango
Ketua IBI Kabupaten Banggai Lantik Pengurus IBI Ranting RSUD Luwuk Periode 2023–2028, Dirangkaikan Peringatan HUT ke-75 IBI
RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula Semarang Dan Politeknik Cendrawasih Palu Untuk Program Internship, Inovasi, Dan PKL
Keluarga Pasien Pinta Kadinkes Provinsi Banten Evaluasi dan Berikan Pembinaan Serta Sanksi Kepada Oknum Perawat Di RSUD LABUAN Yang Arogan
Keluarga Pasien Sayangkan Prilaku Seorang Oknum Perawat Di RSUD LABUAN di Duga Arogan 
Direktur RSUD Luwuk Terima Peserta Program Internship Dokter Indonesia Angkatan II Tahun 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:52 WIB

SPPG Jiput 03 Paniis Konsisten Sajikan Menu Bergizi Berkualitas, Wujud Nyata Dukungan terhadap Program MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:25 WIB

SPPG Jiput 02 Bersama Yayasan Insan Fastabiqul Khairat Sosialisasikan Aplikasi Uji Organoleptik untuk Pengawasan Menu MBG

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:02 WIB

GWN Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pembuangan Limbah B3 di Irigasi Telukbango

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:44 WIB

Ketua IBI Kabupaten Banggai Lantik Pengurus IBI Ranting RSUD Luwuk Periode 2023–2028, Dirangkaikan Peringatan HUT ke-75 IBI

Senin, 13 Juli 2026 - 12:23 WIB

RSUD Luwuk Terima Mahasiswa Unissula Semarang Dan Politeknik Cendrawasih Palu Untuk Program Internship, Inovasi, Dan PKL

Berita Terbaru