Diduga penyalahgunaan Anggaran Bimtek Masyarakat, Minta Periksa Tindak Tegas Kadis DMPD. Rohul

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love
Oplus_131072

Rokan  Hulu –  -Desakan keras agar Bupati Rokan Hulu segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) mengemuka di ruang publik. Dugaan penyalahgunaan anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala desa se-Kabupaten Rokan Hulu menjadi sorotan tajam, menyusul pernyataan tegas dari salah satu putra daerah, Romi.

 

Romi menilai, polemik penyelenggaraan Bimtek tersebut bukan lagi isu biasa, melainkan dugaan serius penyalahgunaan wewenang yang harus dibuka secara terang-benderang. Ia meminta Bupati Rokan Hulu segera mengambil sikap tegas terhadap Plt Kadis DPMPD yang disebut-sebut terlibat.sampai saat ini, Kadis Perasetiyo, 7/3/2026 ketika dikonfirmasi awak media terkait BIMTEK masih bungkam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Periksa dan copot pelakunya yang terlibat dalam penyelenggaraannya, telusuri sampai dari mana sumber dananya. Semua harus terbuka ke publik,” tegas Romi.

 

Sorotan pada Sumber Dana dan Dugaan Keterlibatan Oknum

 

Isu semakin menguat setelah beredar informasi bahwa anggaran kegiatan Bimtek tersebut diduga bersumber dari dana yang berkaitan dengan desa, bahkan disebut-sebut menyerempet pada penggunaan dana BUMDes. Jika benar, menurut Romi, hal itu berpotensi melanggar regulasi pengelolaan keuangan desa.

 

Ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum wartawan yang disebut menerima aliran dana. Romi mendesak agar siapa pun yang terlibat mengembalikan dana tersebut bila terbukti berasal dari uang rakyat.

 

“Kalau memang benar uang yang digunakan berasal dari BUMDes, ini pelanggaran berat terhadap aturan pengelolaan keuangan desa. Kejaksaan Tinggi Riau harus berani mengambil langkah hukum, bukan sekadar menunggu laporan,” ujarnya.

 

Bupati dan Inspektorat Diminta Turun Tangan

 

Romi juga meminta Bupati Rokan Hulu memerintahkan Inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan Bimtek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Rokan Hulu.

 

Menurutnya, pengawasan internal tidak boleh hanya formalitas. Jika ditemukan pelanggaran, pejabat yang terlibat harus dicopot dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

“Bupati harus berani bersikap. Kalau benar ada pelanggaran, pejabat yang terlibat harus dicopot dan diproses hukum. Jangan biarkan uang rakyat dihabiskan untuk kepentingan segelintir orang,” katanya.

 

Ancaman Aksi dan Pengawalan Kasus

 

Sebagai bagian dari Aliansi Pemuda Pelopor Kemajuan, Romi menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia bahkan membuka kemungkinan turun ke jalan apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.

 

“Kalau DPMPD masih berani bermain dengan dana desa, kami tidak akan segan turun ke jalan dan membuka semua data yang kami miliki. Ini tanggung jawab moral kami sebagai anak daerah,” tegasnya.

 

Romi mengingatkan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan. Setiap rupiah anggaran desa harus dipastikan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kegiatan yang diduga hanya bersifat seremonial tanpa transparansi jelas.

 

“Kegiatan Bimtek boleh saja dilakukan, tapi harus jelas tujuannya dan transparan dananya. Jangan dijadikan modus untuk menghabiskan uang desa. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi pejabat,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan yang berkembang. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut secara transparan dan akuntabel.(Tim)

Diduga penyalahgunaan Anggaran Bimtek masyarakat , minta periksa dan tindak tegas Kadis DMPD Rohul

 

Rokan Hulu – -Desakan keras agar Bupati Rokan Hulu segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) mengemuka di ruang publik. Dugaan penyalahgunaan anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala desa se-Kabupaten Rokan Hulu menjadi sorotan tajam, menyusul pernyataan tegas dari salah satu putra daerah, Romi.

Romi menilai, polemik penyelenggaraan Bimtek tersebut bukan lagi isu biasa, melainkan dugaan serius penyalahgunaan wewenang yang harus dibuka secara terang-benderang. Ia meminta Bupati Rokan Hulu segera mengambil sikap tegas terhadap Plt Kadis DPMPD yang disebut-sebut terlibat.sampai saat ini, Kadis Perasetiyo, 7/3/2026 ketika dikonfirmasi awak media terkait BIMTEK masih bungkam.

“Periksa dan copot pelakunya yang terlibat dalam penyelenggaraannya, telusuri sampai dari mana sumber dananya. Semua harus terbuka ke publik,” tegas Romi.

Sorotan pada Sumber Dana dan Dugaan Keterlibatan Oknum

Isu semakin menguat setelah beredar informasi bahwa anggaran kegiatan Bimtek tersebut diduga bersumber dari dana yang berkaitan dengan desa, bahkan disebut-sebut menyerempet pada penggunaan dana BUMDes. Jika benar, menurut Romi, hal itu berpotensi melanggar regulasi pengelolaan keuangan desa.

Ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum wartawan yang disebut menerima aliran dana. Romi mendesak agar siapa pun yang terlibat mengembalikan dana tersebut bila terbukti berasal dari uang rakyat.

“Kalau memang benar uang yang digunakan berasal dari BUMDes, ini pelanggaran berat terhadap aturan pengelolaan keuangan desa. Kejaksaan Tinggi Riau harus berani mengambil langkah hukum, bukan sekadar menunggu laporan,” ujarnya.

Bupati dan Inspektorat Diminta Turun Tangan

Romi juga meminta Bupati Rokan Hulu memerintahkan Inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan Bimtek yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Rokan Hulu.

Menurutnya, pengawasan internal tidak boleh hanya formalitas. Jika ditemukan pelanggaran, pejabat yang terlibat harus dicopot dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Bupati harus berani bersikap. Kalau benar ada pelanggaran, pejabat yang terlibat harus dicopot dan diproses hukum. Jangan biarkan uang rakyat dihabiskan untuk kepentingan segelintir orang,” katanya.

Ancaman Aksi dan Pengawalan Kasus

Sebagai bagian dari Aliansi Pemuda Pelopor Kemajuan, Romi menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia bahkan membuka kemungkinan turun ke jalan apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.

“Kalau DPMPD masih berani bermain dengan dana desa, kami tidak akan segan turun ke jalan dan membuka semua data yang kami miliki. Ini tanggung jawab moral kami sebagai anak daerah,” tegasnya.

Romi mengingatkan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan. Setiap rupiah anggaran desa harus dipastikan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kegiatan yang diduga hanya bersifat seremonial tanpa transparansi jelas.

“Kegiatan Bimtek boleh saja dilakukan, tapi harus jelas tujuannya dan transparan dananya. Jangan dijadikan modus untuk menghabiskan uang desa. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi pejabat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan yang berkembang. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut secara transparan dan akuntabel.(Tim)

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat studi Kepolisian Lingkungan, Perkuat Pemolisian Berbasis Riset,
Ditengah Kabut Asap, Sat Lantas Polres Rohul Bagikan Masker ke Warga
Pemerintah Kabupaten Rohul Bersama Polres Rohul, Menggelar Rapat Koordinasi ( Rakor) Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Polres Rokan Hulu dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Pekan Baru Riau.
Wariskan Lingkungan Asri di HUT ke 91 RI Pemkab dan Polres Rohul Gelar Gerakan Masif Tanam 10,001 Pohon
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Rohul Cek Lahan 0,5 Hektare, Siapkan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Rohul Cek Lahan 0,5 Hektare, Siapkan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:26 WIB

UNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat studi Kepolisian Lingkungan, Perkuat Pemolisian Berbasis Riset,

Jumat, 18 September 2026 - 09:06 WIB

Ditengah Kabut Asap, Sat Lantas Polres Rohul Bagikan Masker ke Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Pemerintah Kabupaten Rohul Bersama Polres Rohul, Menggelar Rapat Koordinasi ( Rakor) Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Polres Rokan Hulu dan Polsek Jajaran Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Pekan Baru Riau.

Berita Terbaru