Generasi Muda Minta Kepastian : Pelatihan Kepemimpinan Dispora Sumsel Dinilai Tak Profesional

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Mediapolisi.com

04–08 Agustus 2025 – Pelatihan Kepemimpinan bagi Organisasi Kepemudaan Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Asrama Haji Palembang diikuti oleh 55 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Program ini dirancang sebagai wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berkapasitas sebagai agen perubahan di daerah masing-masing.

Meskipun tujuan strategis tersebut patut diapresiasi, pelaksanaan kegiatan diduga mengalami sejumlah anomali yang memunculkan pertanyaan kritis. Uang transport peserta diduga belum disalurkan hingga hampir satu bulan pasca kegiatan. Pertanyaan seputar hal ini sempat diajukan dalam grup komunikasi peserta, dan pihak panitia menjelaskan bahwa prosedur pencairan dana menunggu aliran anggaran dari Pemerintah Daerah. Peserta menegaskan perlunya kepastian waktu dan tanggung jawab yang jelas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan lain mencakup keterlibatan peserta titipan dari internal Dispora yang bukan berasal dari organisasi kepemudaan, serta peserta yang diduga tidak mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tetapi tetap menerima sertifikat. Fenomena ini berpotensi menurunkan kredibilitas program dan mengaburkan tujuan mendasar pelatihan dalam membina kader pemuda yang berkompetensi dan mampu menjadi agen perubahan.

Para peserta menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Rivaldy Setiawan, SH, Ketua DPD PGK OKI, menekankan bahwa efisiensi anggaran Dispora yang memungkinkan pelaksanaan kegiatan patut diapresiasi, namun masalah yang muncul harus segera diselesaikan secara tuntas agar tujuan pelatihan tidak terganggu. Menurutnya, generasi muda yang mengikuti kegiatan ini memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk Provinsi Sumatera Selatan, sehingga setiap kendala yang menghambat pengalaman belajar mereka harus diminimalkan.

Muhammad Rizki Saputra (IMOKI) menyoroti dugaan peserta titipan yang berpotensi mengurangi kredibilitas program, sementara Prafna Winatha (Ketua PC IPNU Kabupaten Empat Lawang) mempertanyakan logika pemberian sertifikat bagi peserta yang tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, karena hal ini menurunkan kualitas pembelajaran.

Ronaldo Saputra, S.T. dari IMEL Palembang menekankan bahwa banyak peserta datang dari berbagai daerah dengan perjalanan jauh, meninggalkan aktivitas dan biaya pribadi, sehingga hak peserta harus jelas dan terjamin, dan Zikrillah (DPC GMNI Lubuk Linggau) menyerukan perlunya transparansi serta keterlibatan DPRD Sumsel dan perhatian Gubernur agar persoalan ini ditangani dengan profesional.

Para peserta menegaskan bahwa meskipun terdapat kendala teknis, Dispora Sumsel tetap memikul tanggung jawab penuh. Mereka menekankan bahwa evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar kegiatan pelatihan kedepan dapat berlangsung lebih baik, lebih tertib, tepat sasaran, dan berdampak signifikan bagi pengembangan kapasitas pemuda sebagai agen perubahan di Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu, peserta berharap adanya perhatian dan kepedulian nyata dari DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel untuk memastikan setiap program kepemudaan berjalan transparan, efektif, dan profesional. Kehadiran dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi pengawas sekaligus fasilitator agar seluruh kendala dapat terselesaikan dengan cepat, serta pelatihan berikutnya memberikan dampak positif yang nyata bagi generasi muda di seluruh provinsi.

Sebagai lembaga pembina kepemudaan, Dispora Sumsel seharusnya menjadi teladan dalam hal akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme. Dugaan kejanggalan yang muncul jangan dianggap sepele, karena menyangkut reputasi pemerintah serta kepercayaan generasi muda terhadap institusi publik.

Untuk kepentingan kolektif, mengingat indikasi masalah serupa berulang setiap tahun, pelatihan ini seharusnya menjadi momentum reformasi internal yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan. Semua pihak berharap agar pada pelatihan mendatang, permasalahan yang sama tidak terulang, sehingga program kepemudaan dapat berjalan efektif, transparan, dan membentuk kader yang berkualitas serta berperan aktif sebagai agen perubahan bagi Provinsi Sumatera Selatan.(M.TAHAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Jadi ke-78 Reserse Polri, Personel Polda Sulut Sambangi 2 Panti Asuhan dan Berikan Bantuan
Polri Terus Evakuasi Warga dan Mengamankan Harta Benda di Candipuro, Bergerak Cepat Selamatkan Masyarakat
Tandatangani Kesepakatan Bersama, Warga Mitra Siap Menjaga Keamanan, Kerukunan dan Kedamaian
Guru Besar Unpad Tegaskan Polri Tepat Berada di Bawah Presiden: Sebuah Argumentasi Konstitusional
Warga Masyarakat Apresiasi Kehadiran Polri dan TNI di Kecamatan Belang, Situasi Aman dan Kondusif
Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana: Menghubungkan Harapan, Mengobati Rindu
Polri Salurkan Air Bersih dan Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Banjir di Nagan Raya
Pengendara di Cikampek Diduga Jadi Korban Penipuan Berkedok Debt Collector, Motor Raib Dibawa Pelaku Tak Dikenal
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 07:01 WIB

Sambut Hari Jadi ke-78 Reserse Polri, Personel Polda Sulut Sambangi 2 Panti Asuhan dan Berikan Bantuan

Senin, 8 Desember 2025 - 06:41 WIB

Polri Terus Evakuasi Warga dan Mengamankan Harta Benda di Candipuro, Bergerak Cepat Selamatkan Masyarakat

Senin, 8 Desember 2025 - 06:37 WIB

Tandatangani Kesepakatan Bersama, Warga Mitra Siap Menjaga Keamanan, Kerukunan dan Kedamaian

Senin, 8 Desember 2025 - 02:15 WIB

Warga Masyarakat Apresiasi Kehadiran Polri dan TNI di Kecamatan Belang, Situasi Aman dan Kondusif

Senin, 8 Desember 2025 - 02:10 WIB

Jaringan Internet Polri Hadir di 76 Titik Bencana: Menghubungkan Harapan, Mengobati Rindu

Berita Terbaru