Kupang | Mediapolisi.com– Dunia kesehatan berduka atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha. Dokter muda tersebut ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/6/2026). Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya.
Sebelum peristiwa tersebut, dr. Icha sempat menjadi sorotan publik setelah mengaku mengalami dugaan intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Insiden itu terjadi ketika ia menangani seorang pasien anak korban gigitan ular.
Menurut pihak keluarga, situasi tersebut memberikan tekanan psikologis yang cukup berat bagi korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paman almarhumah, Victor Manbait, mengatakan keluarga menerima kabar duka pada Jumat petang. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya.
Keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi dan berharap masyarakat menghormati privasi mereka selama masa berkabung.
Di sisi lain, dua anggota DPRD TTU yang sebelumnya disebut dalam dugaan intimidasi membantah memiliki niat mengintimidasi tenaga kesehatan.
Mereka menyatakan nada bicara sempat meninggi karena kepanikan keluarga pasien dan mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit setelah memperoleh penjelasan medis.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang menyimpulkan adanya hubungan antara kematian dr. Icha dengan dugaan intimidasi yang sebelumnya dilaporkan. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut.
Catatan Redaksi: Penyebab kematian belum ditetapkan secara resmi oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, penting untuk tidak menarik kesimpulan atau mengaitkan peristiwa ini dengan kejadian sebelumnya sebelum hasil penyelidikan diumumkan.
Penulis : Indra Prayoga utama
Editor : INDRA PRAYOGA UTAMA
Sumber Berita: Detik














