Ritual Adat Suku Balantak di Bukit Lopon, Masyarakat Lamala Lestarikan Tradisi Leluhur

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

LAMALA – Mediapolisi.com, -Masyarakat di wilayah Lamala, Kabupaten Banggai, melaksanakan ritual adat tahunan di Bukit Lopon jatuh pada Oktober setiap tahun, yang sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen bumi sekaligus mengenang sejarah perjuangan leluhur dalam mempertahankan wilayah dari penjajahan.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Suku Balantak. Setiap tahun, masyarakat berbondong-bondong mendaki Bukit Lopon untuk mengikuti prosesi adat yang memiliki nilai historis dan budaya bagi warga setempat.

Bukit Lopon diyakini memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan para leluhur. Kawasan tersebut disebut pernah digunakan sebagai benteng pertahanan pada masa penjajahan. Karena itu, pelaksanaan ritual adat ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas hasil bumi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan menghormati jasa generasi terdahulu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lamala serta Kapolsek Lamala, IPTU I Wayan Sukarman, S.H., bersama anggota kepolisian.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan kepolisian dalam kegiatan tersebut turut menandai keterlibatan berbagai unsur dalam mendukung pelestarian tradisi adat yang masih dijaga oleh masyarakat Lamala.

Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan makan bersama di kawasan Bukit Lopon. Momen ini menjadi bagian dari kebersamaan warga sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Pelaksanaan ritual adat setiap Oktober tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah lokal agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi muda. Bagi masyarakat Lamala, Bukit Lopon bukan sekadar lokasi pelaksanaan ritual, melainkan juga ruang yang menyimpan nilai sejarah, kebersamaan, dan identitas budaya leluhur.

Tradisi ini diharapkan terus dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan budaya Suku Balantak sekaligus warisan sejarah yang bernilai bagi masyarakat setempat.

Reporter : Roma

Follow WhatsApp Channel mediapolisi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BUNDA DESY ADEANTI, PETANI BUNGA PACAR AIR DI KARAWANG: BUNGA CANTIK MULTIFUNGSI, PELUANG USAHA YANG MENJANJIKAN!
Ketua DPC PJS Banggai Abdul Muis Tunekon, Jadi Narasumber Festival Literasi, Ajak Masyarakat Cerdas Bermedia Sosial
Bupati Bangkep hadiri pemancangan tiang Perdana pembangunan pelabuhan Salakan
AUDIENSI MEMANAS! Warga Pulo Kalapa Desak Panitia Pilkades Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Paslon Nomor 1
Hadiri Pesta Pernikahan, Polsek Kabun Gelorakan Gerakan Riau Cerah Presisi Lewat Bibit Pohon yang Dijadikan Kado
Anggota DPRD Pandeglang Dukung Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani 
UNRI dan Polda Riau Resmikan Pusat studi Kepolisian Lingkungan, Perkuat Pemolisian Berbasis Riset,
Ditengah Kabut Asap, Sat Lantas Polres Rohul Bagikan Masker ke Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Ritual Adat Suku Balantak di Bukit Lopon, Masyarakat Lamala Lestarikan Tradisi Leluhur

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:06 WIB

BUNDA DESY ADEANTI, PETANI BUNGA PACAR AIR DI KARAWANG: BUNGA CANTIK MULTIFUNGSI, PELUANG USAHA YANG MENJANJIKAN!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Ketua DPC PJS Banggai Abdul Muis Tunekon, Jadi Narasumber Festival Literasi, Ajak Masyarakat Cerdas Bermedia Sosial

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Bupati Bangkep hadiri pemancangan tiang Perdana pembangunan pelabuhan Salakan

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:55 WIB

AUDIENSI MEMANAS! Warga Pulo Kalapa Desak Panitia Pilkades Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Paslon Nomor 1

Berita Terbaru