Pandeglang-MediaPolisi.Com Pelantikan Wakil Bupati Pandeglang sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Pandeglang memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata terjadinya krisis kepemimpinan yang mendalam di kalangan generasi muda daerah.
Masuknya pejabat birokrasi tertinggi untuk memimpin organisasi kepemudaan mengindikasikan tidak adanya figur pemuda setempat yang dianggap potensial, cakap, atau layak untuk menakhodai Karang Taruna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini menjadi penanda kuat gagalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dalam menjalankan fungsi edukasi, kaderisasi, dan pembinaan terhadap generasi muda. Karang taruna yang seharusnya menjadi wadah independen untuk melahirkan pemimpin masa depan, kini justru harus bergantung pada figur pemerintahan aktif akibat mandeknya regenerasi.
Merespons fenomena tersebut, Ketua Umum Forum Jurnalis Aktivis (FORJA) Banten turut angkat bicara dan memberikan kritik keras. Ia menyatakan bahwa kemunduran demokrasi dan kemandirian organisasi pemuda di Pandeglang sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.
“Ini adalah ironi besar sekaligus preseden buruk bagi iklim kepemimpinan di Banten, khususnya Pandeglang. Ketika pucuk pimpinan organisasi pemuda harus diambil alih oleh pejabat eksekutif pemerintahan, itu adalah pengakuan tidak langsung bahwa Pemkab Pandeglang telah gagal total dalam mendidik dan membina generasi mudanya. Pandeglang seperti kehabisan stok pemuda berpotensi hingga ruang yang seharusnya menjadi hak pemuda harus diokupasi oleh birokrat. Jika kondisi ini dibiarkan, jangan harap kita bisa melihat lahirnya pemimpin masa depan yang kritis dan mandiri dari rahim Karang Taruna Pandeglang,” tegas Niki mulyana selaku Ketua Umum FORJA Banten.
Kondisi ini menunjukkan bahwa program penguatan kapasitas pemuda yang selama ini dikampanyekan oleh pemerintah daerah hanya bersifat seremonial tanpa dampak substantif.
Kegagalan memunculkan satu pun kader muda untuk memimpin organisasi sebesar Karang Taruna mencerminkan lemahnya iklim pengaderan di Kabupaten Pandeglang.
Jika posisi organisasi pemuda terus diisi oleh pejabat struktural pemerintahan, ruang aktualisasi bagi pemuda lokal akan semakin menyempit.
Hal ini dikhawatirkan bakal mematikan daya kritis, kreativitas, dan kemandirian generasi muda Pandeglang dalam jangka panjang.
Sebagai informasi Pengurus Karang Taruna Kabupaten Pandeglang masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Senin, 20 Juli 2026 dengan iing andri supriyadi yang merupakan wakil bupati kabupaten pandeglang Sebagai ketua dan jojon S andari yang merupakan anggota dprd kabupaten pandeglang fraksi gerindra sebagai sekjen.( Team)















